Its been a long time not to write..
Such a really long time..
Maybe because I am quite busy every day, or we can wisely said that, I am not lost anymore..
Saya tidak lagi tersesat dan mencari yang hilang dari diri saya..
Saya sudah menemukan jawabannya..
Meski masih jawaban sementara karena perjalanan menuju jalan keluar abadinya masih sangat panjang... Semoga bisa sampai dengan selamat..
Sekarang saya sedang melihat kilas balik hidup saya dan menyadari banyak hal..
Bahwa ternyata semua tangis karena ketakutan, kesulitan, perendahan diri, kecewa, dan kegagalan ternyata memang membuat saya tumbuh pelan2..
Merubah pandangan dan cara saya untuk melihat kehidupan...
Dan yang paling penting, merubah cara saya dalam memperlakukan orang lain..
Untuk menghargai, menerima, memaklumi, mencintai, dan menyayangi..
Untuk melepaskan, merelakan, mengikhlaskan, mengambil hikmah, dan berjalan pergi..
Untuk berani memaafkan, meminta maaf, memperbaiki, mengakui, untuk kemudian berbuat sesuatu yang lebih baik..
Mendekatkan saya pada Tuhan..
Karena saya tidak punya, maka saya meminta..
Karena saya takut, maka saya berdoa..
Karena saya tidak percaya, maka saya belajar untuk percaya..
Karena saya tau rasanya sakit, maka saya bisa mengerti..
Karena saya rasakan kesulitan, maka saya belajar untuk mencari solusi...
Karena saya tidak mengarti, maka saya mulai mencoba untuk memahami..
Tuhan pengabul segala doa..
Karena saya meminta untuk menjadi kuat, maka Dia memberi saya orang2 yang sulit sebagai jalan menuju kuat..
Karena saya meminta penghargaan, maka Dia memberi saya kegagalan untuk tau rasanya jatuh dan tidak dihargai sebagai jalan untuk dijauhkan hati saya dari rasa bangga diri..
Karena saya meminta kemudahan, maka Dia berikan masalah agar saya tau kemudahanNya ada di dalam setiap masalah..
Karena Tuhan Maha Tau apa yang saya butuhkan lebih dari diri saya sendiri..
Saya pernah meratap di banyak sekali malam..
Berteriak kepadaNya, kecewa, dan bertanya kenapa saya?
Dan jawabannya hari ini: Karena Tuhan tau bahwa saya mampu..
Kenapa situasi tidak menjadi baik kepada saya?
Karena Tuhan mau mendengar saya berdoa, berserah kepadaNya, dan tetap bertahan..
Kenapa saya tidak seperti orang yang lain?
Karena saya harus menyadari bahwa tidak harus menjadi orang lain untuk bisa merasakan kebaikan dan menjadi baik..
Kenapa saya ada di sini?
Karena dengan ada di sini saya akhirnya belajar untuk memahami bagaimana cara Ia bekerja..
Ia bekerja dengan cara yang tidak bisa saya pahami..
Bagaimana Ia mengabulkan semua doa saya ditambah dengan banyak bonus kebaikan yang bahkan saya tidak pernah sadari bahwa bonus itu seharusnya yang saya minta dalam doa saya dulu..
Bonus2 yang ternyata lebih penting dari apa yang saya minta..
Bonus tambahan seperti keberadaan orang2 asing yang menjadi guru kehidupan yang luar biasa baiknya, keberuntungan2 kecil yang tidak disangka2, penghargaan diri, keikhlasan menerima, kerelaan untuk melepaskan, kemampuan untuk memaafkan, kesabaran, atau bahkan memahami pentingnya kerendahan hati..
Saya bukan orang suci..
Saya belum menjadi baik sama sekali..
Hingga hari ini saya masih kasar, sering lupa, sombong, tidak sabar, suka pamer, keras kepala, egois, dan masih sering merasa benar sendiri..
Masih banyak sekali rencana yang saya yakin Tuhan sedang jalankan untuk memperbaiki saya..
Karena hati saya masih rusak..
Pernah kosong oleh kebaradaanNya dalam beberapa waktu..
Sehingga menjadi rapuh dan ketika dihantam sana sini, menjadi sulit diperbaiki..
Tapi setidaknya, semua yang terjadi selama saya hidup menyadarkan saya sesuatu..
Hingga hari ini saya tetap meyakini bahwa Tuhan selalu ada dan dekat, Ia Maha Baik, dan Maha Pengabul Segala Doa..
Ia bahkan tetap mengabulkan banyak sekali doa saya..
Seorang saya yang adalah hamba yang nakalnya luar biasa..
Maka, memintalah..
Tetap meminta tanpa sedikitpun rasa ragu kepadaNya..
Tuhan akan kabulkan dengan caraNya..
Pengabulan doa yang tidak akan pernah terpikirkan cara dan waktunya oleh otak dan hati manusia biasa..
“Fa-biayyi alaa’i Rabbikuma tukadzi ban..
“
Maka, nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?"
“La bisyay-in min alaika Rabbi akadzibu.."
”
Tidak ada satupun nikmatMu, duhai Tuhanku, yang aku dustakan."
Merry Puspamega
Surabaya, 7 september 2013 (09:13 pagi)
this is Life..
Minggu, 05 Januari 2014
Senin, 05 Maret 2012
time machine
Yesterday in my Japanese class, we studied abut conditional If. In English we could say “if I have wings, I will fly around the world”... Japanese have a conditional if sentence too, but the pattern is totally different..
Then our sensei gave the first sentence, and we should continue the sentence one by one in Japanese. It was fun, and then she said.. Ok, now.. The next sentence...” If I have a time machine,........” then we all quiet and nobody answer. It had a long pause until I said.. Well, I will go to my future and see how I look like in the future. To see who will be my husband, children, where I will go to work, I have lots of money or not, where is my house. And the sensei said, in how long for now? Then I said that I want to know what happen in 10 years later. Then the other student start to continued..
Actually it was not my true answer. I don’t want to go to the future. I answer it because it was the easy answer that all the people could ever think about... but, for sure...
When sensei said “if I have a time machine,” I want to continue with: “Then I will to go to the past”.
I want to meet myself in the past, the moment when I cannot stand up by myself because I don’t have a confidence to stand up. The time when I feel to be the most useless person who walk in this earth just because I feel different with everybody. Because I like what everybody don’t like. I have a different interest with all of my friends. And I don’t have a great score when everybody could get it really easily. Why should I need the people to teach me about most of the subjects in my own major every night before exam? Why I can’t learn it alone, by myself? Why I don’t like physics or calculus when most of the students make them as their favorite subjects? Why I don’t have a big interest with my own major even though I have already tried hard to like it? Why I am not as smart as the other people who walk in the same road with me? Why I am green when everybody is red? Why is God put me here?
That is why, I want to be there and said to myself that everything will going to be alright and you didn’t need time to be sad. I want to said that don’t worry for the future, as long as you already did the best that you could, everything will going to be just fine. You are special for just being you; that no matter you walked in different road with another people, as long as you believe it is good, then you should keep going. Do not worry for being green when everybody is red. Just keep trying until you find what you are looking for and keep fight for that dream. You will have a good future and what you have done now is already great, so don’t you worry, please don’t worry..
It is all I going to do, just that and I will go back to the present. I just want to fix myself in the past...
If we talk about time machine, I have read someone quote that said: “if I could back to the past, then I will meet all the people who are hurt because of me and undo what I already did to them, so that they will not hurt anymore because of me.”
What a really nice thought I think. What a really good person he is. He wants to fix people’s heart, when I want to fix my own heart..
Life is actually about time. God gives us everything that we need. It is like, human could control everything, but not with time. Time only have 1 way to work, it is always move forward... no matter how hard your life could be, time will always move forward.. We only have 2 choices: stay in the same place ,cry for what we’ve missing, and nothing change, or move on.... because what is already gone, will gone forever... what we’ve already missed, will lost forever.. we could not change what we already said or did... we could not fixed perfectly what is already broke, because no matter how hard we try to fix it, it always have a crack in some way.. It is never be the same like what it was before... and it is work perfectly the same with human heart...
So, how about you... “If you have one chance to use a time machine, go and then come back what will you do, my friend? Where will you go?” :)
Kumamoto-Japan (December 24th, 2011, 23:06)
Then our sensei gave the first sentence, and we should continue the sentence one by one in Japanese. It was fun, and then she said.. Ok, now.. The next sentence...” If I have a time machine,........” then we all quiet and nobody answer. It had a long pause until I said.. Well, I will go to my future and see how I look like in the future. To see who will be my husband, children, where I will go to work, I have lots of money or not, where is my house. And the sensei said, in how long for now? Then I said that I want to know what happen in 10 years later. Then the other student start to continued..
Actually it was not my true answer. I don’t want to go to the future. I answer it because it was the easy answer that all the people could ever think about... but, for sure...
When sensei said “if I have a time machine,” I want to continue with: “Then I will to go to the past”.
I want to meet myself in the past, the moment when I cannot stand up by myself because I don’t have a confidence to stand up. The time when I feel to be the most useless person who walk in this earth just because I feel different with everybody. Because I like what everybody don’t like. I have a different interest with all of my friends. And I don’t have a great score when everybody could get it really easily. Why should I need the people to teach me about most of the subjects in my own major every night before exam? Why I can’t learn it alone, by myself? Why I don’t like physics or calculus when most of the students make them as their favorite subjects? Why I don’t have a big interest with my own major even though I have already tried hard to like it? Why I am not as smart as the other people who walk in the same road with me? Why I am green when everybody is red? Why is God put me here?
That is why, I want to be there and said to myself that everything will going to be alright and you didn’t need time to be sad. I want to said that don’t worry for the future, as long as you already did the best that you could, everything will going to be just fine. You are special for just being you; that no matter you walked in different road with another people, as long as you believe it is good, then you should keep going. Do not worry for being green when everybody is red. Just keep trying until you find what you are looking for and keep fight for that dream. You will have a good future and what you have done now is already great, so don’t you worry, please don’t worry..
It is all I going to do, just that and I will go back to the present. I just want to fix myself in the past...
If we talk about time machine, I have read someone quote that said: “if I could back to the past, then I will meet all the people who are hurt because of me and undo what I already did to them, so that they will not hurt anymore because of me.”
What a really nice thought I think. What a really good person he is. He wants to fix people’s heart, when I want to fix my own heart..
Life is actually about time. God gives us everything that we need. It is like, human could control everything, but not with time. Time only have 1 way to work, it is always move forward... no matter how hard your life could be, time will always move forward.. We only have 2 choices: stay in the same place ,cry for what we’ve missing, and nothing change, or move on.... because what is already gone, will gone forever... what we’ve already missed, will lost forever.. we could not change what we already said or did... we could not fixed perfectly what is already broke, because no matter how hard we try to fix it, it always have a crack in some way.. It is never be the same like what it was before... and it is work perfectly the same with human heart...
So, how about you... “If you have one chance to use a time machine, go and then come back what will you do, my friend? Where will you go?” :)
Kumamoto-Japan (December 24th, 2011, 23:06)
Selasa, 01 Maret 2011
Suka cita abadi
Kumiliki satu mimpi..
Ah tidak... aku miliki berjuta juta mimpi..
Dari mimpi untuk menjangkau bintang di langit tinggi hingga menaiki sang pelangi...
Pernah ku inginkan satu senyum tersungging di bibir para bocah pendaki cita dan mimpi...
Pun pernah aku inginkan senyum manis milik sang putri...
Senyum yang mampu meluluhlantakkan hati para penabur janji..
Mimpi-mimpi basi bergelimang harta dan misteri..
Terkadang terasa sedikit sepi kala hati bersiul sendiri..
Tak lelah relung jiwa ini untuk tetap meminta kepadaNya agar menghadirkan dirinya di sini..
Tapi itu satu cerita yang lain lagi...
Satu dari berjuta mimpi yang telah aku ceritakan tadi...
Ingin ku kisahkan kala diri ini mendamba satu mimpi yang tak pernah sebelumnya terfikirkan oleh hati..
Mimpi saat diri mulai bertanya arti sebenarnya dari mimpi itu sendiri...
Jika sudah sampai di ujung mimpi maka sukma sudah pasti terselubung oleh suka cita abadi...
Aku inginkan suka cita abadi...
Tanpa cacat maksud, tujuan, dan arti..
Suka citaku haruslah menjadi milik mereka juga, atau setidaknya dapat kutularkan suka cita abadiku tadi..
Hingga tak akan aku rasakan sendiri...
Sukacita abadi yang tetap melekat pada hati dan jiwa terdalam mereka meski aku telah mati..
Aku ingin rasakan suka cita abadi, menularkannya, menyebarkannya, kemudian meninggalkannya di hati para malaikat kecil pencari mimpi...
Hingga aku tetap dapat meneruskan semua mimpi dan sukacita abadi yang pernah kumiliki, meski aku tak lagi ada di dunia ini...
Soerabadja, pukul tujuh kurang lima belas malam, 5 mei 2010
Ah tidak... aku miliki berjuta juta mimpi..
Dari mimpi untuk menjangkau bintang di langit tinggi hingga menaiki sang pelangi...
Pernah ku inginkan satu senyum tersungging di bibir para bocah pendaki cita dan mimpi...
Pun pernah aku inginkan senyum manis milik sang putri...
Senyum yang mampu meluluhlantakkan hati para penabur janji..
Mimpi-mimpi basi bergelimang harta dan misteri..
Terkadang terasa sedikit sepi kala hati bersiul sendiri..
Tak lelah relung jiwa ini untuk tetap meminta kepadaNya agar menghadirkan dirinya di sini..
Tapi itu satu cerita yang lain lagi...
Satu dari berjuta mimpi yang telah aku ceritakan tadi...
Ingin ku kisahkan kala diri ini mendamba satu mimpi yang tak pernah sebelumnya terfikirkan oleh hati..
Mimpi saat diri mulai bertanya arti sebenarnya dari mimpi itu sendiri...
Jika sudah sampai di ujung mimpi maka sukma sudah pasti terselubung oleh suka cita abadi...
Aku inginkan suka cita abadi...
Tanpa cacat maksud, tujuan, dan arti..
Suka citaku haruslah menjadi milik mereka juga, atau setidaknya dapat kutularkan suka cita abadiku tadi..
Hingga tak akan aku rasakan sendiri...
Sukacita abadi yang tetap melekat pada hati dan jiwa terdalam mereka meski aku telah mati..
Aku ingin rasakan suka cita abadi, menularkannya, menyebarkannya, kemudian meninggalkannya di hati para malaikat kecil pencari mimpi...
Hingga aku tetap dapat meneruskan semua mimpi dan sukacita abadi yang pernah kumiliki, meski aku tak lagi ada di dunia ini...
Soerabadja, pukul tujuh kurang lima belas malam, 5 mei 2010
Langganan:
Komentar (Atom)

