Kumiliki satu mimpi..
Ah tidak... aku miliki berjuta juta mimpi..
Dari mimpi untuk menjangkau bintang di langit tinggi hingga menaiki sang pelangi...
Pernah ku inginkan satu senyum tersungging di bibir para bocah pendaki cita dan mimpi...
Pun pernah aku inginkan senyum manis milik sang putri...
Senyum yang mampu meluluhlantakkan hati para penabur janji..
Mimpi-mimpi basi bergelimang harta dan misteri..
Terkadang terasa sedikit sepi kala hati bersiul sendiri..
Tak lelah relung jiwa ini untuk tetap meminta kepadaNya agar menghadirkan dirinya di sini..
Tapi itu satu cerita yang lain lagi...
Satu dari berjuta mimpi yang telah aku ceritakan tadi...
Ingin ku kisahkan kala diri ini mendamba satu mimpi yang tak pernah sebelumnya terfikirkan oleh hati..
Mimpi saat diri mulai bertanya arti sebenarnya dari mimpi itu sendiri...
Jika sudah sampai di ujung mimpi maka sukma sudah pasti terselubung oleh suka cita abadi...
Aku inginkan suka cita abadi...
Tanpa cacat maksud, tujuan, dan arti..
Suka citaku haruslah menjadi milik mereka juga, atau setidaknya dapat kutularkan suka cita abadiku tadi..
Hingga tak akan aku rasakan sendiri...
Sukacita abadi yang tetap melekat pada hati dan jiwa terdalam mereka meski aku telah mati..
Aku ingin rasakan suka cita abadi, menularkannya, menyebarkannya, kemudian meninggalkannya di hati para malaikat kecil pencari mimpi...
Hingga aku tetap dapat meneruskan semua mimpi dan sukacita abadi yang pernah kumiliki, meski aku tak lagi ada di dunia ini...
Soerabadja, pukul tujuh kurang lima belas malam, 5 mei 2010